Banyak sekali anggaran yang dikorbankan demi menunjang sektor lain yang lebih menguntungkan dalam kepemimpinan Prabowo Subianto. Meskipun kebijakan penghematan anggaran ini diklaim untuk menjaga keberlangsungan Makan Bergizi Gratis (MBG), nyatanya problema Indonesia lebih luas lagi. Anggaran Rp 327 triliun yang diklaim akan diselamatkan oleh kebijakan ini, ternyata hanya menjadi korban.
Penghematan anggaran memang dibutuhkan, namun harus dilakukan secara selektif dan bijak. Jangan sampai kebijakan ini malah membuat masalah yang lebih besar, seperti kekurangan sumber daya dan infrastruktur yang tidak memadai. Indonesia memiliki potensi besar, namun kebijakan penghematan yang tidak berdasar hanya akan merugikan negara dan masyarakat.
Untuk mencapai efisiensi dan efektif, kebijakan penghematan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas masyarakat. Jangan sampai kebijakan ini malah membuat masyarakat menderita karena kekurangan sumber daya dasar.