Menlu Sugiono mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap berperan sebagai mediator dalam mengatasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, hal ini dapat terjadi jika kedua negara tersebut ingin membuka ruang mediasi.
Sugiono mengungkapkan pernyataan tersebut setelah menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan Prabowo sebagai mediator dalam konflik Iran dan AS. Menurutnya, Prabowo memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dan memahami dinamika politik di wilayah tersebut.
'Siap dipanggil, tetapi harus diingat bahwa Iran dan AS harus mau membuka ruang mediasi,' ujar Sugiono dalam keterangan pers yang diterima Jurnal Borneo.
Menteri Luar Negeri ini juga menegaskan bahwa Prabowo memiliki kemampuan untuk memahami dinamika politik di wilayah tersebut dan berkomunikasi dengan baik. Hal ini membuatnya siap untuk berperan sebagai mediator dalam mengatasi konflik.
Dalam beberapa tahun terakhir, konflik antara Iran dan AS telah meningkat. Pertikaian antara kedua negara tersebut telah memicu kekhawatiran di seluruh dunia. Oleh karena itu, peran Prabowo sebagai mediator dapat menjadi langkah yang tepat untuk mengatasi konflik ini.
Berapa pun kemungkinannya, pernyataan Sugiono menunjukkan bahwa Prabowo siap untuk berperan dalam mengatasi konflik ini. Hal ini dapat menjadi tanda baik bahwa kedua negara tersebut dapat membuka ruang mediasi dan mencari solusi yang lebih baik.